Friday, 22 August 2014

Kado Akhir Tahun

permata dari langit berjatuhan

bening meluncur pelan

rampak menitik menanti giliran

desau angin parau di pantat sedan

Nopember basahi daun-daun

melumat dukakita dalam paras hujan

Kasihku

lihatlah manusia di ujung senja itu

si miskin termenung di pelataran

saksikan sang adik dalam kelelapan
menapaki mimpi bapak mamaknya

yang telah karam dan tenggelam

Malam tadi, merintik sendu gitar tuhan

menulis banyak tentang kita

disaat siluet motorku melahap tubuh mereka

didalam gerobak yang mirip kotak saran negeri merdeka


"kasihan mereka"

katamu ngilu mengiang ditelingaku


kemuning senja ramai menyemai malam
menari di antara cahaya menyibak petang.

kasihku

malaikat menari-nari
karena waktu seperti tiada di keningmu
sekarat diantara detak jam yang terus berputar.
Aku ingin datang sebagai waktu
Mengantar kembali pada wajah kanak-kanakmu.

Meski dengan kaki tak sempurna.

Tak pernah kutemui senyum paling indah,
Tak pernah kutahu arti luka,
Tak pernah kutahu arti cinta,
sampai ketemu engkau yang mengenalkanku akan senja disudut-sudut kota

Kasihku
Kau slalu bertanya
Tentang Desembar yang akan patah, waktu yang akan punah

Kita akan lahir dengan doa-doa yang tertunda,
Kita akan hadir sebagai dua pelangi paling indah, jawabku

Bulan keduabelas melepas sobekan kisah begitu saja
Kita telan gelisah sekenanya
Dan membiarkan waktu merajutnya.

0 komentar:

Post a Comment